Penakluk Badai


Dia yang tenang,
ternyata menenangkan badai di dadanya sendiri.
Aku lengah membaca sunyi itu,
mengira diam adalah teduh,
padahal ia hanya pandai menyembunyikan petir.

Byar..
saat sekat itu terbuka,
gelombang menghantam tanpa aba-aba.
Badai yang lahir dari luka panjang,
dan aku sadar:
tak semua kekuatan itu
akan sanggup aku miliki
jika harus menempuh jalan yang sama.

Untukmu,
wahai sitenang dalam badai.
Teruslah menjadi pengarung,
yang belajar mencintai amuk laut,
sebab justru ombaklah
yang membuat layar terlihat berjaya

Komentar

Postingan Populer