PR orangtua

A short story

Dek mandi dulu, seorang ibu berteriak dan memandikan gadis ciliknya. mendandaninya bak putri cantik sebelum akhirnya ia kembali berkutat pada pekerjaannya. 
Putih cemong bedak menempel ala kadarnya pada wajah gadis cilik itu. Ibu nya telah lega berhasil memandikannya disela sela pekerjaannya dirumah. Seketika gadis itu berlari kembali keluar rumah, baju princess yang telah dipakaikan ibu nya kembali kotor terkena cipratan tanah diluar. Ia berlari menuju rumah temannya. 
"Meri.. main yukk.." teriak nya tanpa permisi dipagar tinggi yang belom terjangkau tubuh mungilnya

Tahun berganti
Gadis kecil beranjak dewasa, tumbuh semakin cantik, 
"Ping, dimane lu", gadis itu mengirimkan pesan singkat pada WhatsApp temannya. 
Cara memanggil temannya berubah, tapi yang diperlukan nya belom berubah. Ia perlu teman.
Karena Waktu berjalan, namun ia belum terampil menyembuhkan diri.
Dari rasa kesendirian.
ia kesepian. 

ia sudah mandi Bu, tapi belum mampu merapihkan dirinya.
Tak apa, ibu lanjut kerja saja.
Ada teman temannya yang bantu benahi dirinya.

--
faktanya, selama lebih dari 10 tahun mengajar, saya semakin menyadari bahwa tugas paling berat dalam menjadi guru ataupun orangtua adalah mengisi batin batin siswa yang kosong akan kasih sayang, dan tidak terampilnya mereka dalam menghadapi kesendirian.
kemandirian yang seringkali diajarkan dalam buku pelajaran ataupun keterampilan harian belom sama sekali memampukan seseorang dalam berdikari pada dirinya sendiri. lucu ya! bagaimana, banyak orang dewasa bisa jadi tumbuh percaya diri, tapi tidak puas pada diri sendiri juga disaat yang bersamaan. 
tapi saya juga belom nemuin cara yang baik untuk menngedukasi hal ini, sejauh ini. semoga paling tidak lewat tulisan ini, banyak orangtua yang sadar pentingnya menciptakan momen momen berharga dengan anak, bukan sekedar jalan bareng atau beliin mainan bagus, tapi melihat dari dalam. apa aja tuh? ini mungkin bisa dicoba, tatap matanya kalo lagi ngobrol, nikmatin momen ngobrol tanpa distraksi hp dan terburu buru, temani dan apresiasi proses proses mereka berjuang, hidupkan meja makan dengan obrolan, lelucon ringan yang melibatkan anggota keluarga dan jangan lupa, peluk mereka.
satu lagi. pak bu, jangan terlalu banyak kerja.. sempatkan waktu bersama mereka, percayalah, uang gak akan bisa mengembalikan momentum kedekatan yang harusnya kalian bangun bersama diawal awal.
Semoga kita semua dimampukan!

Komentar

Postingan Populer