glowing dan penerimaan diri

Tadi, saat saya naik busway dan terlibat percakapan singkat dengan sopirnya, kalimat yang saya ucapkan tiba-tiba terbersit di pikiran. “Dari mana, Bu?” tanya sopir busway. Saya menjawab, “Dari salon, habis facial biar cantik glowing dan mudah mememafkan saat lebaran nanti” Tiba-tiba, saya merasa aneh dengan apa yang saya katakan. Kenapa bisa nyebut begitu? Apakah ada kaitannya dengan perasaan saya?

Mungkin ini sesuatu yang terjadi secara otomatis, semacam ungkapan dari alam bawah sadar. Ternyata, saat kita merasa bahagia dan tubuh kita rileks, kita cenderung mengabaikan hal-hal kecil yang bisa menyakiti hati. Bahkan, kita bisa berdamai dengan hal-hal besar yang mungkin dulu sempat menyinggung perasaan. Ada semacam kedamaian yang datang dengan kebahagiaan, yang membuat kita lebih mudah untuk memaafkan.

Pikiran itu membawa saya pada sebuah kesimpulan: ternyata, penting sekali untuk memberi ruang dalam hidup kita untuk hal-hal yang membahagiakan diri sendiri. Jangan sampai kita terlalu semangat berjuang dan mengorbankan waktu untuk orang lain atau pekerjaan, sampai-sampai kita lupa untuk memberikan waktu untuk diri sendiri. Kita sering kali terfokus pada pencapaian luar, tanpa menghitung kebahagiaan dan kenyamanan diri sendiri.

Jadi, apa sebenarnya tujuan kita berusaha keras? Untuk siapa? Jangan-jangan, kita lupa untuk menghargai diri sendiri dan menikmati setiap momen dalam hidup yang sedang kita jalani. Menginvestasikan waktu untuk diri sendiri itu sama pentingnya dengan segala upaya yang kita lakukan untuk orang lain. Sebab, kebahagiaan yang sejati datang ketika kita tahu bagaimana cara berdamai dengan diri sendiri.

Komentar

Postingan Populer